Desa Panggreh memiliki kehidupan sosial budaya masyarakat yang masih terjaga dengan baik dan menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kehidupan desa yang harmonis. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa kekeluargaan masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Semangat saling membantu antarwarga terlihat dalam berbagai kegiatan sosial seperti kerja bakti lingkungan, kegiatan kemasyarakatan, pembangunan fasilitas umum, hingga kegiatan sosial keagamaan.
Masyarakat Desa Panggreh memiliki tingkat toleransi dan solidaritas yang tinggi. Kehidupan sosial berjalan dengan rukun serta menjunjung tinggi nilai musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. Berbagai kelembagaan sosial seperti RT, RW, karang taruna, PKK, kelompok pengajian, dan lembaga kemasyarakatan lainnya turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Di bidang budaya, masyarakat Desa Panggreh masih menjaga tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan keagamaan, peringatan hari besar nasional maupun keagamaan, tradisi sedekah bumi, tasyakuran, serta berbagai kegiatan budaya masyarakat masih rutin dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian nilai budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Selain itu, peran generasi muda melalui organisasi kepemudaan juga terus didorong untuk ikut aktif dalam kegiatan sosial, olahraga, seni, dan kegiatan produktif lainnya. Hal ini menjadi upaya untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai sosial budaya agar tetap berkembang seiring dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas dan karakter masyarakat desa.
Dengan kehidupan sosial yang harmonis serta budaya gotong royong yang masih kuat, Desa Panggreh memiliki modal sosial yang besar dalam mendukung pembangunan desa menuju masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera.